Senin, 03 Februari 2014

The Hunger Games - Catching Fire, Part #2

THE HUNGER GAMES – CATCHING FIRE Part #2


Katniss sangat syok atas kedatangan Presiden Snow ke rumahnya dan menebarkan ancaman pada Katniss yang akan menghancurkan semua orang yang disayanginya. Pikirannya sangat kalut dan gelisah. Distrik-distrik di ambang pemberontakan, ancaman maut langsung terhadap Gale. Nasib semua orang yang disayanginya di ujung tanduk, entah siapa lagi yang akan membayar akibat perbuatannya. Katniss merenung, bagaimana caranya membuktikan pada seantero negeri bahwa dia mencintai Peeta dengan sepenuh jiwanya.
Aku tidak bisa melakukannya, aku tidak sebagus itu. Peeta yang bagus, yang disukai orang banyak. Dia bisa membuat orang percaya apapun. Aku yang biasanya tutup mulut, duduk dan membiarkan Peeta bicara sebanyak mungkin. Tapi bukan Peeta yang harus membuktikan cintanya. Aku. Renung Katniss.
Katniss tak ingin siapapun tahu apa yang dibicarakannya dengan Presiden Snow dan semua ancaman-ancman kematiannya. Tidak dengan ibunya dan juga Prim. Katniss sudah berusaha membuat hubungan dengan ibunya lebih baik. Dia sudah tak ingin lagi menghukum ibunya karena berlarut-larut depresi atas kematian ayahnya. Ada satu hal yang disukai dari ibunya saat kepulangannya ke distrik. Seorang reporter menanyakan pada ibu Katniss atas tanggapannya tentang pacar baru Katniss yaitu Peeta. Ibu Katniss menjawab, meskipun Peeta merupakan cowok ideal, Katniss masih belum cukup umur untuk punya pacar. Ibu Katniss mengakhiri perkataannya dengan menatap tajam Peeta. Terdengar tawa membahana dan komentar-komentar dari para wartawan seperti, “Ada yang bakal kena masalah”, lalu Peeta melepaskan tangan Katniss dan menjauh darinya. Namun kemudian Peeta mendekat pada Katniss lagi. Hal semacam itulah yang bisa memberi alasan kenapa mereka jarang terlihat bersama sejak kamera berhenti menyoroti mereka.
Katniss menimbang-nimbang siapa orang yang akan dia percayai untuk mengatakan apa yang telah terjadi padanya dengan Presiden Snow. Dia berpikir tak mungkin mengatakannya pada Peeta setelah semua yang dia lakukan padanya. Dan sekarang harus menyuruhnya untuk berpura-pura saling mencintai di hadapan seluruh negeri. Katniss tak ingin menyakiti orang sebaik Peeta lebih jauh lagi.
Tim peñata gaya Katniss telah tiba, Flavius, Venia dan Octavia. Mereka sangat terkejut melihat penampilan Katniss yang berantakan. Padahal menurut Katniss penampilan merekalah yang lebih terlihat berantakan dan aneh. Dengan cepat ketiga orang dari Capitol itu mendandani Katniss dari ujung kaki hingga ujung rambut tanpa ada celah sedikitpun dan tentu saja sambil bergosip tentang Capitol. Mereka membicarakan semuanya, betapa suksesnya Hunger Games, bagaimana semua orang tidak sabar menunggu penampilan Katniss dan Peeta untuk berkunjung ke Capitol lagi pada akhir Tur Kemenangan. Setelah itu Capitol tidak lama lagi bersiap-siap untuk Quarter Quell.
Seru, kan?”
Kau pasti merasa beruntung, kan?”
Pada tahun pertamamu menjadi pemenang, kau akan menjadi mentor di Quarter Quell!”.
Mereka berbicara saling sahut-sahutan dan Katnis hanya menanggapi dengan jawaban, “Oh, ya”.
Yah, tentu Katnis tahu, menjadi mentor adalah suatu mimpi buruk. Menjadi mentor untuk anak yang dipersiapkan menuju pertarungan pembunuhan massal dan melihatnya mati. Tapi yang lebih buruk entah apa yang akan terjadi di Quarter Quell kali ini. Setiap dua puluh lima tahun sekali diadakan Quarter Quell dengan peraturan khusus. Katniss ingat di sekolah pernah dibahas bahwa Quarter Quell sebelumnya meminta dua kali lipat jumlah peserta dalam Quarter Quell ke dua. Yang sangat mengherankan di tahun itu Haymitch Abernathy dari Distrik 12 menjadi pemenangnya.
Cinna pun akhirnya datang, yang membuat Katniss ingin membicarakan pertemuannya dengan Presiden Snow namun dia mengurungkannya karena dia telah memutuskan akan memberitahukan pada Haymitch. Cinna mulai membahas tentang bakat yang dimiliki Katniss. Setiap pemenang harus punya paling tidak satu bakat. Ternyata Peeta punya bakat melukis karena selama bertahun-tahun dia telah terbiasa menghias kue-kue yang di pajang di toko roti keluarganya.
Setelah tim peñata gaya Katniss selesai mendandaninya, Cinna akhirnya turun tangan memakaikan jaket dan syal untuk Katniss. Ibu Katniss memberikan pin Mockingjay yang dulu diberikan oleh Madge supaya menjadi keberuntungan di Hunger Games. Effie Trinket berada di samping Katniss dan bertepuk tangan. “Mohon perhatiannya! Kita akan mengambil gambar pertama di luar, nanti para pemenang akan menyambut pada awal perjalanan mereka yang luar biasa ini. Baiklah Katniss, senyum lebar ya, kau penuh semangat untuk perjalanan ini, kan?”.
Terlihat Peeta berjalan keluar dari pintu rumahnya. Katniss menampilkan senyum lebar dan mulai berjalan ke arah Peeta. Lalu seakan tidak bisa menunggu sedetik lebih lama lagi, Katniss dan Peeta berlari ke luar. Peeta menangkap Katniss dan memutar tubuhnya kemudian dia terpeleset, Peeta masih belum menguasai betul kaki palsunya. Merekapun terjatuh di salju, tubuh Katniss berada di atas tubuh Peeta dan saat itulah mereka berciuman untuk pertama kali setelah berbulan-bulan. Tapi saat itu Katniss merasakan kemantapan yang di bawa Peeta terhadap segalanya. Katniss meyakini, seburuk apapun dia menyakitinya, Peeta takkan membuka rahasia apapun di depan kamera, Peeta takkan menciumnya setengah hati, masih menjaga dirinya dengan baik sebagaimana yang dilakukan Peeta di arena.
Hari itu pun selesai dan semua orang dari Capitol, Katniss, Peeta dan juga Haymitch telah berada di atas kereta untuk memulai Tur Kemenangan. Setelah semuanya telah tidur dan terlihat sepi, Katniss menghampiri Haymitch. “Kau mau apa?” tanya Haymitch,, bau anggur memenuhi ruangannya.
Aku harus bicara denganmu”
Sekarang? Ini harus bagus ya,” Haymitch menunggu, “Jadi bagaimana?”. Haymitch mengajak Katniss keluar kereta ketika kereta berhenti untuk mengisi bahan bakar. Kemudian Katniss menceritakan semuanya tentang pertemuannya dengan Presiden Snow, tentang Gale, tentang bagaimana mereka semua akan mati jika ia gagal. Wajah Haymitch langsung sadar, “Kalau begitu kau tak boleh gagal”.
Apa maksudmu?” tanya Katniss.
Bahkan jika kau berhasil lolos kali ini, mereka akan kembali beberapa bulan lagi untuk membawa kita semua ke Hunger Games berikutnya. Kau dan Peeta, kalian akan jadi mentor sekarang, setiap tahun dan seterusnya. Dan setiap tahun mereka akan menyiarkan kembali hubungan asmara kalian dan menyiarkan detail kehidupan pribadi kalian ke public, dan kau takkan bisa melakukan apapun selain hidup bersama selamanya dengan anak lelaki itu”.
Katniss hanya bisa mengangguk dan dia paham bahwa hanya ada satu kehidupan di masa depan nanti. Jika harus menjaga semua yang dia cintai maka dia harus menikahi Peeta.

--------------------

Di dalam kamarnya di kereta, Katniss meresapi betul apa yang telah dibicarakannya dengan Haymitch tadi. Tentang kebebasan-kebebasannya yang telah direnggut bahkan kebebasan untuk menikah dengan siapapun yang ia cintai. Katniss pun kembali berpikir jika mereka tetap menikah dan kemudian Presiden Snow memaksa mereka untuk punya anak maka anak mereka akan menghadapi pemungutan setiap tahunnya dan pastinya anak yang dilahirkannya akan mendapatkan tempat di Hunger Games.
Katniss memikirkan Haymitch yang tidak menikah dan tidak punya keluarga. Menghapus segala kenangan di dunia dengan minum-minuman keras. Dia bisa memilih wanita manapun di distrik tapi dia lebih memilih untuk hidup sendiri.
Saat di meja makan Katniss jadi uring-uringan karena memikirkan cara menghadapi situasi sekarang ini. Katnis pergi menjauh dari setiap orang-orang yang ada dan keluar dari kereta. Tidak lama kemudian ada langkah kaki yang mengikutinya. “Aku sedang tidak ingin mendengar ceramahmu,” kata Katniss yang berpikir itu adalah Haymitch.
Akan kucoba untuk singkat saja,” kata Peeta yang membuat Katniss merasa sungkan.
Dengar Katniss, sudah lama aku ingin bicara denganmu soal sikapku di kereta. Maksudku, di kereta terakhir. Kereta yang membawa kita pulang. Aku tahu kau punya satu hubungan dengan Gale. AKu cemburu padanya bahkan sebelum aku bertemu denganmu secara resmi. Dan tidak adil jika aku memaksamu bertanggung jawab atas segala yang terjadi di Hunger Games. Maafkan aku,”. Katniss merasa terkejut, bagaimanapun peran yang dilakukannya selama di arena dia melakukannya dengan sepenuh hati. Namun saat ini ia belum tahu bagaimana perasaannya terhadap Peeta.
Maafkan aku juga,” kata Katniss.
Kau tidak punya alasan untuk minta maaf, kau hanya berusaha menjaga kita tetap hidup. Tapi aku tidak mau kita terus-terusan seperti ini. Tidak saling bicara dalam kehidupan nyata tapi bergulingan di salju setiap kali ada kamera meliput kita. Jadi kupikir kalau aku berhenti bersikap… kau tahulah, terluka seperti itu, kita bisa mencoba menjadi teman,” kata Peeta.
Oke,” jawab Katniss. Pernyataan Peeta membuat hatinya lebih tenang.
Jadi ada masalah apa?” tanya Peeta, “Mari kita mulai dari sesuatu yang lebih sederhana. Bukankah aneh jika aku tak tahu kau rela mengorbankan hidupmu demi menyelamatkanku… tapi aku tak tahu apa warna favoritmu?” tanya Peeta. Senyum terbentuk di bibir Katniss.
Hijau, Kau?”
Oranye”
Oranye? Seperti rambut Effie?” tanya Katniss.
Tidak secerah itu,” kata Peeta, “Lebih seperti… matahari terbenam,”. Akhirnya mereka berdua kelihatan lebih ceria.
Kau tahu, semua orang heboh membicarakan lukisanmu. Aku merasa tidak enak karena tidak pernah melihatnya,” kata Katniss.
Untungnya kereta penuh dengan lukisanku,” Peeta bangkit dan mengulurkan tangannya membantu Katniss berdiri. “Ayo”.
Peeta mengajak Katniss menyusuri lorong kereta untuk melihat lukisan-lukisannya. Katniss melihat sesuatu yang berbeda. Peeta melukis Hunger Games. Air menetes di celah gua mereka, kolam kering, sepasang tangan-tangannya yang menggali tanah mencari umbi-umbian, terompet emas Cornucopia, dan lukisan Katniss sendiri. Ada di mana-mana. Di atas pohon, memukul baju di bebatuan sungai, terbaring tak sadarkan diri di genangan darah.
Bagaimana menurutmu?” tanya Peeta
Aku membencinya,” jawab Katniss. “Selama ini aku berusaha mati-matian melupakan arena pertarungan dan kau menghidupkannya lagi. Bagaimana kau bisa mengingat itu begitu jelas?”.
Aku melihatnya setiap malam,” kata Peeta. Katniss tahu maksudnya, mimpi-mimpi buruk yang selalu menghantui setiap dia tidur.
Setelah melewati beberapa waktu di kereta, merekapun tiba di Distrik 11. Katniss ingat bahwa Rue dulu pernah bilang peraturan-peraturan diterapkan lebih keras di Distrik 11. Hal itu terlihat adanya menara-menara pengawasan yang ditempatkan dengan jarak yang sudah diatur, dijaga oleh petugas bersenjata. Distrik 11 merupakan daerah yang lebih luas dibanding dengan Distrik 12, Distrik 11 adalah distrik dengan bidang utamanya adalah pertanian.
Saat mereka tiba di peron, tak ada acara penyambutan. Yang ada hanyalah barisan Tentara Penjaga Perdamaian yang mengawal mereka dengan ketat. “Sungguh, kita semua dianggap seperti penjahat,” kata Effie. Katniss berpikir bahwa ini adalah saat baginya harus meyakinkan semua orang bahwa ia jatuh cinta setengah mati pada Peeta. Upacara telah dimulai namun tak ada tepukan tangan keras dan tidak ada sambutan. Panggung khusus dibangun untuk tempat duduk keluarga dari peserta-peserta yang tewas. Di tempatnya Tresh, hanya ada wanita tua berpunggung bungkuk dan gadis jangkung berotot yang di duga Katniss adalah saudara perempuan Tresh. Di tempat Rue… Katnis tidak siap menghadapi keluarga Rue. Orang tuanya, dengan wajah yang masih digurati kesedihan. Lima orang adiknya yang mirip dengan Rue. Postur tubuh yang mungil, mata coklat berbinar membuat Katniss semakin merasa tertekan menghadapi semuanya.
Peeta melakukan tugasnya sesuai scenario yang diberikan Effie, dia meyakinkan tentang Tresh dan Rue yang membuat Katniss tetap hidup dan mengatakan bahwa ini adalah hutang yang takkan pernah bisa mereka bayar. Lalu dengan ragu-ragu Peeta mengatakan sesuatu yang tak ada di scenario. “Tidak mungkin ini bisa menghapus kehilangan anda semua, tapi sebagai tanda terima kasih, kami ingin masing-masing keluarga peserta dari Distrik 11 menerima satu bulan hasil kemenangan kami setiap tahunnya selama kami hidup,”. Penonton langsung terperangah dan bergumam keras menanggapi pernyataan Peeta. Sebelumnya tak pernah ada yang melakukan hal seperti Peeta. Katnis tak tahu apakah perbuatan ini illegal atau tidak, Peeta mungkin juga tidak tahu. Katnis berpikir, hadiah ini sempurna, diapun berjinjit mencium Peeta, ciuman yang sama sekali tidak terasa terpaksa.
Acara hampir selesai namun Katniss merasa perlu mengatakan sesuatu. “Aku ingin berterima kasih pada para peserta Distrik 11,”. Katnis memandang adik-adik Rue yang masih sangat kecil dan kemudian memandang dua wanita yang menjadi keluarga Tresh. “Aku hanya sekali bicara dengan Tresh. Namun cukup sekali itu baginya untuk membiarkanku hidup. Aku tidak mengenalnya, tapi aku selalu menghormati Tresh, atas kekuatannya. Atas penolakannya untuk bermain dalam Hunger Games dengan aturan orang lain tapi hanya dengan aturannya sendiri. Kawanan karier menginginkan Tresh untuk bergabung dengan mereka sejak awal tapi dia tidak mau melakukannya. Aku menghormati dia untuk itu,”. Untuk pertama kalinya wanita yang mungkin adalah nenek Tresh mengangkat kepala dan tersenyum samar.
Kemudian Katniss menoleh memandang keluarga Rue. “Tapi aku merasa seakan mengenal Rue, dan dia akan selalu bersamaku. Segalanya yang indah mengingatkanku padanya. Aku melihatnya di bunga-bunga kuning yang tumbuh di padang rumput di dekat rumahku. Aku melihatnya di burung-burung Mockingjay yang bernyanyi di pepohonan. Tapi terutama, aku melihatnya pada diri adik perempuanku, Prim,” suara Katnis bergetar. “Terima kasih untuk anak-anak anda,” Katniss mengangkat dagu menghadap ke penonton. “Dan terima kasih semuanya untuk roti yang kalian berikan,”. Katniss berdiri di sana dan merasa hancur, mengingat segalanya yang telah terjadi. Ribuan mata tertuju kepada Katniss. Ada jeda yang panjang. Kemudian seseorang menyiulkan nada Mockingjay empat not milik Rue.
Setelah itu yang terjadi bukanlah kebetulan. Semua orang menekankan tiga jari tengah tangan kiri mereka ke bibir lalu melambaikannya ke arah Katniss. Itu adalah tanda dari Distrik 12, perpisahan terakhir yang diberikan Katniss pada Rue di arena. Namun akhirnya Katniss sadar akan tindakannya yang semakin mengancam Presiden Snow. Dia sadar telah menimbulkan sesuatu yang berbahaya. Semua orang memberikan tepuk tangan meriah pada Katniss dan Peeta, kemudian mereka berdua kembali ke pintu.
Katniss menyadari buket bunganya tertinggal dan mengambilnya kembali. Namun dia telah melihat semuanya. Dua orang Penjaga Perdamaian menarik pria tua yang bersiul tadi ke puncak tangga. Mereka memaksanya berlutut di depan penonton. Lalu menembakkan peluru ke kepala pria tua itu.


-------------------------------------------

Berlanjut ke:
The Hunger Games - Catching Fire Part #3






Tidak ada komentar:

Posting Komentar