Senin, 03 Februari 2014

The Hunger Games - Catching Fire, Part#1

THE HUNGER GAMES – CATCHING FIRE Part #1


Katniss dan Peeta berhasil menjadi pemenang Hunger Games ke-74 dan berhasil menyentuh hati penduduk Panem terutama Capitol atas drama percintaan rekayasa mereka. Akhirnya Katniss, Peeta dan juga Haymitch kembali pulang ke Distrik 12.
Bulan-bulan berlalu setelah perayaan Hunger Games, akhirnya tibalah saatnya untuk Tur Kemenangan. Katniss kini telah tinggal di Desa Pemenang bertetangga dengan Haymitch dan juga Peeta. Dengan sekuat tenaga Katniss berusaha masuk ke dalam rumah Haymitch yang berantakan. Diapun mendapati Haymitch yang sedang tertidur sehabis menenggak minuman keras.
Bangun!” Katnis menyodok lengan Haymitch yang sedang bermimpi di alam lain. “Bangun Haymictch. Ini hari tur!” masih berusaha membangunkannya. Sudah tak tahan lagi akhirnya Katniss mengambil sebaskom air dan disiramkannya ke kepala Haymitch.
Apa yang kaulakukan?” bentak Haymith
Kau menyuruhku membangunkanmu satu jam sebelum kamera-kamera itu datang.” jawab Katniss.
Apa?” tanya Haymitch
Dengar, kalau kau mau dibangunkan dengan cara disayang-sayang, kau seharusnya menyuruh Peeta.”
Menyuruhku apa?”. Tiba-tiba suara Peeta membuat Katniss merasa bersalah. Peeta menaruh sebongkah roti yang baru dipanggang di atas meja dan mengulurkan tangannya pada Haymitch.
Menyuruhmu membangunkanku tanpa kena radang paru-paru,” sahut Haymitch. Peeta memberikan irisan roti pada Haymitch kemudian menoleh memandang Katniss untuk pertama kalinya. “Kau mau?” tanya Peeta.
Tidak aku sudah makan di Hob,” jawab Katniss. “Terima kasih,”.
Sama-sama” jawab Peeta sama kakunya.
Seperti itulah cara bicara Katniss dan juga Peeta sejak kamera berhenti menyoroti kepulangan mereka dan kembali ke kehidupan mereka masing-masing.
Brrrr, kalian harus banyak pemanasan sebelum acara dimulai,” sindir Haymitch.
Katniss kembali ke rumahnya dan bertemu dengan ibunya, memegangi tangan Katniss seakan ingin menghentikannya. “Jangan kuatir, aku sudah melepaskan sepatuku di sana,”
Cuma salju, bagaimana jalan-jalanmu? Menyenangkan?” tanya ibunya.
Jalan-jalan?”. Katniss tak mengerti apa yang ditanyakan oleh ibunya padahal ibunya sudah tahu kalau Katniss pergi ke hutan nyaris semalaman. Terlihat seorang laki-laki berdiri di ambang pintu dapur dan seketika Katniss menyadari itu adalah orang dari Capitol.
Ada tamu yang ingin bertemu denganmu,” kata ibu Katniss.
Kupikir mereka baru datang tengah hari nanti” kata Katniss. “Apakah Cinna datang lebih awal untuk membantuku bersiap-siap?”.
Bukan Katniss, yang….” ibu Katniss hendak menjelaskan.
Silahkan lewat sini, Miss Everdeen,” sahut pria dari Capitol itu. “Silahkan masuk”.
Laki-laki itu mengantar Katniss ke dalam ruangan. Saat membuka pintu itu tercium perbaduan aroma bunga mawar dan darah. Seorang pria bertubuh kecil dan berambut putih. Tidak lain adalah Presiden Snow. Katniss memandang langsung ke mata Presiden Snow yang selicik ular.

Apa yang dilakukan Presiden Snow di sini, tanya Katniss dalam hati. Seketika Katniss menyadari kalau dirinya sedang dalam masalah besar. Tak mungkin Presiden Snow susah payah datang kemari tanpa tujuan yang besar. Katniss berpikir, jika dirinya sedang dalam masalah, begitu juga dengan keluarganya dan semua orang yang mengenal dirinya. Presiden Snow seakan sangat membenci Katniss, di mana pada Hunger Games kemarin Katniss telah mempencundangi Presiden Snow dan membuat Capitol tampak konyol serta melecehkan kekuasaannya.
Yang Katniss lakukan hanyalah berusaha agar dirinya dan juga Peeta tetap hidup. Segala tindakan pemberontakan adalah murni kebetulan. Tapi ketika Capitol memutuskan bahwa hanya satu pemenang yang hidup dan Katniss memiliki keberanian untuk menentangnya itu artinya sudah pemberontakan. Salah satu pembelaan Katniss adalah berpura-pura sedang jatuh cinta pada Peeta.

Menurutku kita bisa membuat keadaan ini jauh lebih sederhana dengan sependapat untuk tidak saling membohongi,” kata Presiden Snow. “Bagaimana menurutmu?”
Ya, menurutku itu akan menghemat waktu,” jawab Katniss. Presiden Snow tersenyum licik.
Para penasehatku kuatir kau akan menyulitkan, tapi kau tidak berencana untuk bersikap menyulitkan, kan?” tanya Presiden Snow.
Tidak,” jawab Katniss singkat mengatasi rasa takut akan darahnya yang telah membeku.
Kubilang juga begitu pada mereka. Kukatakan pada mereka gadis manapun yang bersusah payah seperti itu untuk menjaga dirinya tetap hidup takkan mau membuang hidupnya begitu saja. Belum lagi dia harus memikirkan keluarganya, Ibunya, adik perempuannya, dan semua… sepupunya.” Dari kata Presiden Snow menyebutkan “sepupu”, dia tahu Katniss dan Gale tidak bertalian darah. “Mari silahkan duduk,” kata Presiden Snow mempersilahkan.
Aku punya masalah Miss Everdeen,” kata Presiden Snow. “Masalah yang dimulai ketika kau mengeluarkan buah-buah berry beracun itu di arena,”. Imbuhnya. “Kalau Ketua Juri Pertarungan, Seneca Crane, punya otak, seharusnya dia meledakkanmu sampai berkeping-keping di arena. Tapi sayangnya dia bersikap sentimentil. Jadi kau ada di sini sekarang. Bisa kau tebak di mana dia berada sekarang?” tanya presiden Snow.
Katniss mengangguk, karena dari cara bicara Presiden Snow sudah jelas bahwa Seneca Crane sudah dieksekusi. Wangi bunga mawar bercampur bau darah kini tercium makin kuat karena jarak mereka hanya dipisahkan oleh meja.
Setelah itu, tak ada yang bisa dilakukan selain membiarkanmu memainkan scenario nistamu itu. Dan aktingmu lumayan juga, dengan gaya anak sekolahan yang tergila-gila pada cinta. Orang-orang di Capitol banyak yang percaya. Sayangnya, tidak semua orang di berbagai distrik tertipu aktingmu,” kata Presiden Snow. “Tentu saja kau tidak tahu tentang hal ini. Kau tidak punya akses informasi tentang suasana hati distrik-distrik lain. Disejumlah distrik, mereka memandang muslihatmu dengan buah berry itu sebagai tindakan perlawanan, bukan perbuatan berlandaskan cinta. Dan jika anak perempuan dari Distrik 12 bisa melawan Capitol lalu lolos begitu saja, apa yang menghentikan mereka melakukan yang sama?” tanya Presiden Snow menyudutkan Katniss.
Ada pemberontakan?” tanya Katniss
Belum, tapi mereka akan mengikuti gerakan itu jika keadaan tidak berubah. Dan pemberontakan biasanya mengarak pada revolusi. Kau paham artinya? Berapa banyak orang yang akan mati? Kondisi apa yang harus dihadapi mereka yang selamat? Apapun masalah yang mungkin dimiliki seseorang terhadap Capitol, percayalah saat kubilang jika Capitol melepaskan genggamannya sejenak saja dari distrik-distrik itu, seluruh system akan roboh,”
Pasti system yang sangat rapuh ya kalau segenggam buah berry bisa menjatuhkannya”
Memang rapuh, tapi bukan seperti yang kau perkirakan”.

Pintu diketuk dan ibu Katniss masuk ke dalam membawakan teh dan kue-kue. “Mau aku masakkan makanan untuk anda?” tanya ibu Katniss.
Tidak. Ini sudah sempurna. Terima kasih”. Ibu Katnis pun keluar.
Aku tidak bermaksud memulai pemberontakan,” ucap Katniss.
Aku percaya padamu. Itu tidak penting. Tampaknya peñata gayamu bisa meramal masa depan dalam pilihan pakaiannya. Katniss Everdeen gadis yang terbakar, kau sudah mencetuskan api, yang dibiarkan tanpa pengawasan, percikan api itu bisa jadi kebakaran hebat yang menghancurkan Panem.”
Kenapa anda tidak membunuhku sekarang?” sergah Katniss.
Di depan umum? Itu hanya akan menambah bensin dalam api,”
Kalau begitu, diatur saja seperti kecelakaan,”
Siapa yang akan percaya, kau pasti tidak percaya kalau menontonnya,”
Kalau begitu anda katakan padaku aku harus bagaimana. Dan aku akan melakukannya,”
Presiden Snow mengambil sepotong kue berhias bunga-bunga dan mengamati dengan seksama. “Cantik, ibumu yang membuatnya?”.
Peeta.”
Peeta? Bagaimana kabar cinta sejatimu?” tanya Presiden Snow.
Baik”
Kapan dia menyadari tepatnya kadar ketidakpedulianmu?” tanya Presiden Snow sambil mencelupkan kue ke dalam teh.
Aku bukannya tak peduli”
Tapi mungkin tidak sepenuh hati seperti anak muda itu sebagaimana yang diyakini seluruh negeri,”
Siapa bilang aku tak peduli?”
Kataku. Dan aku takkan berada di sini jika aku satu-satunya orang yang punya keraguan. Apa kabar sepupumu yang tampan itu?”
Aku tidak tahu… aku tidak…” suara Katniss terasa tersedat jika harus membicarakan perasaannya terhadap dua orang yang sangat disayanginya pada Presiden Snow.
Bicaralah Miss Everdeen. Dengan mudah dia bisa kubunuh jika pembicaraan ini tidak menghasilkan kesimpulan yang menggembirakan. Kau tidak menolongnya dengan menghilang ke hutan bersamanya setiap hari minggu,”.
Katniss terperanjat ternyata Presiden Snow mengetahuinya. Namun satu kekhawatiran Katniss jika Presiden Snow juga mengetahuinya. Sepulangnya dari Hunger Games, Katnis sering meluangkan waktunya pergi ke hutan bersama Gale meskipun cuma di hari minggu saja. Pertama kali bertemu Gale setelah acara itu Katniss langsung memeluknya kemudian melakukan kebiasaan mereka berburu di dalam hutan. Pada saat berada di dekat lubang di pagar dekat Hob, Gale menangkup wajah Katniss dengan kedua tangannya lalu mencium Katniss. Setelah sekian lama bersama dengan Gale, Katniss tak pernah tahu segalanya tentang bibir Gale. Katniss tak pernah membayangkan hagatnya bibir Gale saat menciumnya. Kemudian Gale melepaskan Katniss sambil berkata, “Aku harus melakukannya, paling tidak sekali,”. Lalu Gale pun pergi menghilang.
Katniss tak menyadari kalau Presiden Snow menatapnya tajam. Dia tahu jika dari sudut pandang Presiden Snow, dirinya sudah mengabaikan Peeta dan memamerkan pada distriknya kalau dia lebih menyukai Gale. Sekarang dia telah menempatkan nyawa Gale dan keluarganya, keluarganya sendiri dan juga keluarga Peeta dalam bahaya karena kecerobohannya.
Tolong jangan sakiti Gale. Dia cuma temanku. Dia sudah menjadi temanku selama bertahun-tahun. Hubungan kami cuma sebatas itu. Lagi pula semua orang menganggap kami saudara sepupu sekarang,” ungkap Katniss.
Aku hanya tertarik pada bagian hubunganmu itu mempengaruhi keadaanmu dengan Peeta, yang pada akhirnya mempengaruhi perasaan distrik-distrik lain”
Aku akan bersikap sama dalam tur. Aku akan mencintai Peeta seperti sebelumnya.”
Seperti sekarang kau mencintainya’” Presiden Snow mengoreksi.
Seperti sekarang aku mencintainya,” Katniss menegaskan. “Aku akan meyakinkan semua orang di distrik-distrik bahwa aku tidak melawan Capitol. Bahwa aku jatuh cinta setengah mati,”.
Yakinkan aku,”. Presiden Snow hendak keluar dan berbisik di telinga Katniss, “Omong-omong aku tahu ciuman itu,”. Presiden Snow akhirnya pergi.
Bau amis darah, tercium dari napas Presiden Snow. Apa yang dia lakukan? Pikir Katniss. Meminumnya. Katniss membayangkan Presiden Snow menyesap darah dari cangkir teh. Mencelupkan kue ke dalamnya dan meneteskan cairan merah ketika mengangkat kue.

-----------------------------------------------------------


Berlanjut ke :
The Hunger Games – Catching Fire Part #2











Tidak ada komentar:

Posting Komentar